Apel Bersama, Dirut Perumda...
17 September 2026
PERUMDA DELTA TIRTA SIDOARJO
Kabupaten Sidoarjo
SURAKARTA – Perumda Delta Tirta Sidoarjo terus memperkuat kapasitas pengelolaan perusahaan melalui kegiatan pembinaan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang digelar di Surakarta, Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan bertema Peran Strategis Pemda dalam Mendorong Daya Saing BUMD tersebut diikuti Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo Luhur Pambudi Mulyono dan Direktur Pelayanan Rivelino Rizky Muchtar.
Pembinaan tersebut menjadi momentum bagi jajaran direksi untuk memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan BUMD secara menyeluruh, mulai dari operasional, sumber daya manusia (SDM), hingga pengelolaan keuangan. Selain itu, dibahas pula pentingnya pengukuran kinerja secara berkala serta dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan BUMD.
Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo Luhur Pambudi Mulyono mengatakan, materi yang disampaikan dalam pembinaan tersebut memberikan tambahan perspektif bagi perusahaan dalam mengelola berbagai aspek perusahaan secara lebih terarah.
“Bagi kami, materi yang disampaikan ini cukup penting karena bisa menjadi bahan dan landasan dalam menyusun rencana bisnis. Jadi bukan hanya bagaimana kita menjalankan operasional, mengelola SDM dan keuangan, tetapi juga bagaimana semuanya itu bisa mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ujar Luhur.
Menurutnya, rencana bisnis perlu diikuti dengan pengukuran kinerja yang jelas agar perusahaan dapat mengetahui sejauh mana target yang telah ditetapkan berjalan.
“Setelah direncanakan, tentu harus ada ukurannya. Karena itu, KPI menjadi penting untuk melihat apakah target yang kita tetapkan sudah berjalan sesuai harapan atau masih ada yang perlu diperbaiki. Kalau di lapangan ada kendala, dari situ kita bisa segera melakukan evaluasi dan mencari langkah perbaikannya,” jelasnya.
Luhur menambahkan, evaluasi secara berkala diperlukan agar perusahaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga mampu merespons berbagai dinamika yang muncul dalam pelaksanaan program maupun pelayanan kepada masyarakat.
“Jadi prosesnya bukan berhenti di perencanaan. Kita rencanakan, kita jalankan, kemudian kita ukur hasilnya. Kalau ada yang belum sesuai, kita evaluasi dan perbaiki. Siklus seperti ini yang perlu terus dilakukan agar kinerja perusahaan semakin baik,” katanya.
Selain penguatan internal perusahaan, pembinaan tersebut juga menyoroti pentingnya peran stakeholder, khususnya pemerintah daerah, dalam mendorong pengembangan BUMD.
Menurut Luhur, pengembangan BUMD tidak dapat dilakukan hanya dari internal perusahaan. Dukungan dan sinergi dengan pemerintah daerah diperlukan agar perusahaan dapat berkembang sekaligus menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
“Tentu kami berharap ada dukungan dan peran dari stakeholder, khususnya pemerintah daerah. Karena pengembangan BUMD ini tidak bisa hanya dilakukan dari internal perusahaan. Dengan dukungan dan sinergi yang baik, kami berharap Delta Tirta bisa terus berkembang dan pelayanan kepada masyarakat juga semakin baik,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, BUMD juga ditempatkan sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah, penyedia layanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus entitas yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas fiskal daerah.
Di tengah persaingan yang semakin dinamis, BUMD dituntut untuk terus meningkatkan kualitas layanan, efisiensi, produktivitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, penguatan BUMD tidak hanya menyangkut aspek bisnis, tetapi juga tata kelola, profesionalisme SDM, pengelolaan risiko, optimalisasi aset dan modal, serta pengembangan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Konsep strategic ownership turut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan tersebut. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjalankan fungsi kepemilikan secara aktif, terarah, dan profesional, tanpa mengambil alih kewenangan manajemen dalam menjalankan operasional perusahaan.
Penguatan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari penguatan kepemilikan dan portofolio, optimalisasi modal dan aset, pemantauan kinerja dan risiko, transformasi serta profesionalisme, hingga pengembangan ekosistem dan kolaborasi bisnis.
Bagi Perumda Delta Tirta Sidoarjo, pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pengelolaan perusahaan agar semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Luhur berharap, pengetahuan yang diperoleh dalam pembinaan dapat diterapkan secara nyata dalam pengelolaan perusahaan dan tidak berhenti sebagai materi atau pengetahuan bagi jajaran direksi.
“Yang paling penting tentu bagaimana materi yang kami dapat ini bisa diterapkan. Mulai dari bagaimana kita menyusun perencanaan, menjalankannya, mengukur hasilnya, sampai melakukan perbaikan. Harapannya, semua itu bermuara pada peningkatan kinerja perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Luhur. (*)